Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

BVR JAMUR SAHABAT PETANI

|0 komentar




Setiap petani pasti berharap bahwa tanaman yang ditanamnya akan memberikan hasil yang maksimal ketika masa panen tiba. Oleh karena itu setiap petani berusaha melakukan pengelolaan tanaman sebaik-baiknya. Mulai dari pemilihan bibit yang terbaik, sistem pengelolaan lahan yang baik, penggunaan pupuk dan obat-obatan yang sesuai, irigasi yang baik dan sebagainya. Dengan ditempuhnya segala ikhtiar tersebut diharapkan tanaman akan memberikan hasil yang sebanding dengan jerih payahnya.

Namun demikian, pertanian adalah bukan aktivitas yang berada di ruangan tertutup atau laboratorium, melainkan dilakukan di ruangan terbuka, sehingga interaksi langsung tanaman dengan alam sekitarnya tidak mungkin terhindarkan lagi. Memang keberhasilan kegiatan pertanian sangat dipengaruhi oleh faktor alam, akan tetapi tidak sedikit pula kontribusi faktor alam terhadap kegagalan panen, misalnya kekeringan, bencana alam, ataupun gangguan hama dan penyakit tanaman.

Sejak lama para petani berusaha mengendalikan alam agar dapat meminimalisasi dampak destruktifnya pada tanaman, misanya dengan pembangunan sistem irigasi yang baik untuk menghindari kekeringan sekaligus mengendalikan banjir. Petani juga telah sejak lama mengenal teknologi pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan cara-cara tradisional. Kemajuan teknologi pertanian telah memungkinkan semakin dikembangkannya obat-obatan dan peralatan pengendali hama dan penyakit tanaman. Bersamaan dengan pengadopsian sistem pertanian modern,teknologi pengendalian hama dan penyakit pertanian ini telah memberikan kontribusi pada semakin melimpahnya produksi pertanian.

Setiap petani pasti berharap bahwa tanaman yang ditanamnya akan memberikan hasil yang maksimal ketika masa panen tiba. Oleh karena itu setiap petani berusaha melakukan pengelolaan tanaman sebaik-baiknya. Mulai dari pemilihan bibit yangterbaik, sistem pengelolaan lahan yang baik, penggunaan pupuk dan obat-obatan yang sesuai, irigasi yang baik dan sebagainya. Dengan ditempuhnya segala ikhtiar tersebut diharapkan tanaman akan memberikan hasil yang sebanding dengan jerih payahnya. Dampak yang kurang menguntungkan bagi lingkungan dan pertanian yang berkelanjutan. Penggunaan pestisida kimia justru dapat menimbulkan ledakan populasi hama karena pestisida juga membunuh musuh alami dari hama tanaman.

NASA dengan mottonya 3 K (Kualitas– Kuantitas – Kelestarian) memiliki produk teknologi pengendali hama dan penyakit pertanian yang selaras dengan lingkungan yaitu Natural BVR. Natural BVR efektif dan efisien terhadap hama sasaran, tidak mematikan musuh alami,selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, mendukung program pertanian berkelanjutan. Dengan demikian penggunaan Natural BVR dilahan pertanian, diharapkan akan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian tanpa membahayakan lingkungan sekitar.

Cara kerja Natural BVR
Dengan bahan aktif Beauveria bassiana adalah masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan sistem organ hama dari dalam. BVR yang menempel pada kulit hama dan mengeluarkan enzim (Kitinase,Protease, Lipase) untuk menghancurkan kulit. Natural BVR juga mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asamoksalat) untuk membunuh hama. Miselium tumbuh secara progresif dan muncul pada badan hama yang mati, jika hama yang terinfeksi bersinggungan dengan hama yang sehat, maka hama akan tertulari, penularan dapat melalui angin. Kematian hama berkisar antara 4-8 hari setelah terinfeksi BVR.

Natural BVR dapat digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman pada tanaman padi, bawang merah, kacang panjang, cabai, tomat,kubis, buncis, semangka, kentang, apel, mangga, coklat, dan sebagainya. Adapunjenis hama dan penyakit tanaman yang dapat dikendalikan dengan Natural BVR adalah wereng (Nilaparvata sp.;Nephotettix sp.; Sogatella sp.), hama penggerek batang padi (Thryporhizasp.; Chilo supressalis), walang sangit(Leptocorixa accuta), kutu daun, kutu dompolan, dan penggerek buah coklat. (Trans Agro edisi 35)

Minggu, 14 Oktober 2012

Budidaya Sengon Dengan Produk Nasa

|0 komentar




Tanaman sengon di kenal mempunyai daya adaptasi yanag luas serta pertumbuhan yang cepat
Penanaman yang cukup intensif dari beberapa petani sengon  di kendal dan Temanggung jawa tengah memberikan gambaran yang lebih jelas tentang prediksi keuntungan yang akan di capai dalam kurun waktu 5-7 tahun ke depan.
Aplikasi produk NASA(SUPER NASA,POC NASA, HORMONIK) yang TERBUKTI mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia cukup banyak,dapat menghasilkan rata-rata pertumbuhan diameter batang 11-14cm dengan rata-rata lingkar batang antara 48-53 serta tinggi tanaman sudah mencapai10-14m,sangat berbeda jauh dengan tanaman yang tidak menggunakan produk nasa yang hanya mencapai diameter batang 6-8 cm dan lingkar batang maksimal 21-38 cm dan tinggi 7-9m dengan umur tanaman 12-16 bulan semenjak tanam.


Tehnik Budidaya Sengon Nasa Dapat Dilakukan sbb:
1. Waktu Tanam : awal musim penghujan.
2. Persiapan Bibit (bibit beli jadi / diluar pembenihan sendiri)
a. Bibit berumur diatas 3 bulan, disiapkan.
b. Disemprot 2 minggu sekali, selama 1 bulan pertama:
dosis 4 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik per tangki (16-18liter).
3. Persiapan Lahan
a. Pengajiran
- Ajir dibuat dari bambu tinggi 50 – 100 cm, lebar 1 – 1,5 cm
- Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya
- Untuk meluruskan ajir gunakan tali (2m) sehingga diperoleh jarak tanam yang sama (2×2) meter.
b. Pembuatan lobang tanam.
2500 lobang tanam dibuat masing-masing dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah terpasang.
c. Pemberian pupuk dasar
Pupuk diberikan pada dasar lubang, secukupnya, didiamkan 1minggu baru bibit ditanam diatasnya.
Dosis campuran pupuk dasar per 10 lubang (diencerkan dalam 10 liter air) :
- Super NASA : 1 sendok makan (diperes/diratakan) sekitar 3-4gram.
- POC NASA : 4 tutup botol
- Hormonik : 1 tutup botol
Jadi 1 lubang = 1 liter campuran.
Setelah 1 lubang disiram 1 liter campuran, tutup tanah sedikit.
d. Pemberian pupuk lanjutan
Dosis 1 tanaman = 1 liter campuran diatas dapat diberikan 2-3kali dalam setahun.
2 tahun pertama setiap 3-4 bulan, tanaman disemprot:
dosis 4 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik per tangki (16-18liter).
4. Perawatan
a. Penyulaman : jika ada tanaman yang mati.
b. Pemotongan cabang (diatas 10 cm dari batang pohon), jika batang utama bercabang dua dipilih cabang yang gemuk, yg kurus dipotong.

5. Pengendali Hama Organik NASA ( PESTONA )
PESTONA Merupakan pilihan jika ada tanda2 serangan hama tanaman baru disemprotkan,
dosis 8 tutup per tangki (16-18 liter).

Minggu, 04 Desember 2011

SEJARAH PERTANIAN & INOVASI

|0 komentar

                tanah terusak seasia
I. LATAR BELAKANG Sejarah
pertanian di Indonesia secara
intensif telah dimulai kurang
lebih semenjak tahun 1969
pada saat dimulainya program
intesifikasi massal (INMAS)
untuk petani sebagai dampak
revolusi hijau di tingkat dunia.
Pada tahun itu petani mulai
dikenalkan dengan berbagai
jenis pupuk buatan (bersifat
kimiawi), obat-obatan
pembasmi hama-penyakit dan
gulma (pestisida dan
herbisida) serta benih-benih
yang berdaya hasil tinggi.
Selain masalah pengerasan
tanah akibat penggunaan
pupuk kimia yang berlebihan
seperti tersebut di atas,
masalah lain yang patut
diperhatikan di Indoneia
adalah adanya indikasi proses
pemiskinan atau pengurangan
kandungan 10 jenis unsur hara
meliputi sebagian unsur hara
makro yaitu Ca, S dan Mg (3 unsur) serta unsur hara mikro Yaitu Fe, Na, Zn, Cu, Mn, B dan Cl (7 jenis unsur). Seperti diketahui saat ini (Journal ilmiah soilscience,1998) dari sekian banyak unsur yang ada di alam, semua jenis tanaman membutuhkan mutlak (harustersedia/tidak boleh tidak) 13macam unsur hara untukkeperluan proses pertumbuhan dan perkembangannya yang sering dikenal dengan nama unsur hara essensial. Unsur hara ini
diperlukan dalam jumlah yang berbeda satu sama lain yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi unsur hara makro (6 jenis) yang dibutuhkan dalam jumlah lebih banyak (unsur N, P, K, Ca, S dan Mg) dan unsur hara mikro (7 jenis) yang dibutuhkan lebih sedikit (Unsur Fe, Na, Zn, Mn, B, Cu dan Cl). Walaupun berbeda dalam jumlah kebutuhannya namun dalam fungsi pada tanaman, masing-masing unsur sama pentingnya dan tidak bisa mengalahkan/menggantikan satu sama lainnya .
Kalau dapat diilustrasikan,ibarat roda mobil dengan setir/kemudi.

Dalam jumlah memang roda
dibutuhkan dalam jumlah
lebih banyak dibandingkan
setir (kemudi). Namun dari
pentingya, roda tidak bisa
mengalahkan/menggantikan
pentingnya kemudi ataupun
sebaliknya kemudi tidak bisa
mangalahkan pentingnya
roda. Dalam hal ini masing-
masing unsur hara mempunyai
fungsi dan peran khusus
sendiri-sendiri terhadap proses
pertumbuhan dan
perkembangan tanaman,
sehingga jika terjadi
kekurangan satu jenis unsur
hara saja akan mengakibatkan
tidak optimalnya pertumbuhan
dan perkembangan tanaman .
Jadi 13 macam unsur hara
tersebut jika pada manusia
ibarat menu makanan 4 sehat
(karbohidrat, daging, sayuran,
dan buah) 5 sempurna (susu)

yang masing-masing
mempunyai peran sendiri-
sendiri.
Unsur-unsur di alam (termasuk 13 unsur hara esensial ),selalu mengalami recycling proses atau proses perputaran, sehingga kandungannya relatif tetap karena selalu kembali lagi ke ketempat semula (berputar). Padahal kita tahu, dalam suatu usaha budidaya tanaman, paling tidak ada sebagian unsur yang tidak kembali lagi ke tanah/lahan tempat semula ditanam karena dibawa keluar areal pertanaman dalam bentuk hasil panen. Kehilangan unsur hara ini semakin di perparah dengan perubahan pola pemanfaatan tanaman. Dari sektor pemupukan dampak dari penggunaan pupuk anorganik/kimiawi disertai paket-paket lainnya yang dikenal dengan nama panca usaha tani menghasilkan peningkatan produktivitas tanaman yang cukup tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya, hingga Indonesia dapat mencapai swasembada Pangan tahun 1986 dan mendapat penghargaan dari organisai pangan dunia di PBB (FAO).
Namun peralihan dalam budaya bertani yaitu peralihan dari penggunaan pupuk organik (kandang, kompos, tanaman golongan leguminoceae) ke penggunaan
pupuk anorganik (kimia) dalam jangka yang relatip cukup panjang hingga saat initelah menimbulkan dampak samping yaitu menjadikan tanah-tanah pertanian Indonesia menjadi semakin keras sehingga menurunkan
produktivitasnya

Semakin kerasnya tanah ini bukan disebabkan oleh hilangnya tanah lapisan atas (top soil) tetapi lebih disebabkan penumpukan sisa atau residu pupuk kimia dalam tanah yang berakibat tanah sulit terurai . Hal ini disebabkan karena memang salah satu sifat bahan kimia adalah relatif lebih sulit terurai atau hancur dibandingkan dengan bahan organik. Jika tanah menjadi semakin keras, maka akan mengakibatkan tanaman akan semakin sulit menyerap pupuk/ unsur hara tanah. Jadi jika tanah semakin keras untuk mendapatkan hasil yang sama dengan hasil panen sebelumnya diperlukan dosis pupuk lebih tinggi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa dosis pupuk semakin lama
semakin tinggi.
Selain itu dengan semakin kerasnya tanah, proses penyebaran perakaran dan aerasi (pernafasan) akar akan terganggu yang berakibat akar tidak dapat berfungsi optimal dan pada gilirannya akan menurunkan kemampuan produksi tanaman tersebut.
Sebagai contoh adalah jika dulu padi hanya diambil (dipanen) keluar areal penanaman dalam bentuk gabah saja, sekarang masih ditambah dengan batang padi (bhs.Jawa :”Damen”) untuk keperluan semisal untuk budidaya jamur merang. Tanaman jagung selain
jagungnya, sekarang daun- daun dan batang mudanya juga di bawa keluar areal untuk pakan ternak. Dalam hal ini kehilangan 13 unsur hara esensial dari areal pertanaman semakin banyak. Sementara sebagian besar petani mengembalikan dalam bentuk pupuk hanya terbatas pada 3 jenis unsur saja (N, P dan K). sebenarnya 10 unsur sisanya seharusnya dapat sedikit tertolong jika petani selain memberikan unsur N (Pupuk urea), P (Pupuk TSP), dan K (Pupuk KCL) juga memberi pupuk kandang atau kompos dalam jumlah yang mencukupi. Namun hal ini tidak atau jarang terjadi karena sepeti telah diuraikan di atas yaitu telah terjadi pengurangan pemakaian pupuk kandang atau kompos di tingkat petani karena telah beralih ke pupuk kimia.
Jika hal ini berlangsung terus dalam jangka waktu yang relatif lama (Semenjak tahun 1969 hingga sekarang) dapat dimengerti jika tanah-tanah di Indonesia kekurangan 10 jenis unsur hara esensial seperti tersebut di atas. Secara lengkap, beberapa faktor yang turut berperan terhadap kekurangan unsur hara (terutama unsur hara mikro
adalah sebagai berikut :
1.Kehilangan unsur hara yang diserap tanaman dari tanah dalam betuk hasil panen dan bagian tanaman-tanaman lain karena kegiatan budidaya pertanian yang intensif (terutama di pulau Jawa).
2.Tanah secara alamiah memang berkadar unsur hara mikro rendah (terutama diluar pulau Jawa).
3.Perluasan areal penanaman ke daerah marjinal (kurang subur).
4.Penggunaan pupuk kimiawi beranalisis tinggi.
5.Tingginya penggunaan pupuk kimiawi dan kurangnya pemakaian pupuk organik.
6.Pemupukan TSP (Unsur fosfat) yang terus menerus dan berlebihan akan merangsang kekurangan unsur hara mikro tertentu antara lain Zn.
7.Introduksi varietas unggul baru yang lebih peka terhadap kekurangan unsur hara .
8.Kegiatan budidaya di lahan masam atau pH tinggi, dimana unsur hara mikro tertentu kurang tersedia bagi tanaman. Di tingkat dunia (khususnya negara-negara maju dan berkembang) seiring dengan semakin tingginya kesadaran akan kesehatan dan kualiltas
lingkungan, maka terdapat kecenderungan pergeseran pola konsumsi pada hasil hasil pertanian (tanaman dan daging) yang dibudidayakan secara organik yaitu budidaya yang menggunakan masukan kimiawi seminim mungkin sehingga aman bagi kesehatan manusia dan kualitas lingkungan.
Dengan menimbang hal-hal tersebut di atas, maka pemerintah melalui departemen pertanian, mulai menghimbau untuk kembali ke penggunaan bahan bahan yang bersifat organik baik pupuk maupun obat-obatan. Khususnya pupuk, diharapkan penggunaan pupuk kandang atau kompos, selain penggunaan pupuk urea,TSP,dan KCL secara bijaksana dapat lebih memasyarakat. Hal ini karena dengan jumlah yang cukup, diharapkan dengan pemberian pupuk kandang atau kompos dapat mengatasi permasalahan proses pengerasan areal tanah-tanah pertanian serta dapat menyumbang unsur hara makro dan mikro ke dalam tanah pertanian sehingga
kandungannya cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta aman bagi kesehatan manusia dan kualitas lingkungan hidup.Dalam hal ini, penggunaan pupuk kandang atau kompos bukan tanpa permasalahan. Disamping kebaikan penggunaan pupuk kandang atau kompos masih banyak mengalami kendala beberapa diantaranya adal
II. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan semua uraian mengenai permasalahan yangtelah dipaparkan sebelumnya, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1.Perlunya pengurangan penggunaan pupuk kimia secara bertahap disertai dengan peningkatanpenggunaan pupuk organikhingga dicapai komposisi pupuk yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
2.Perlunya perbaikankonsistensi tanah yang semakin keras .
3.Perlunya penambahan 10unsur hara esensial (kecualiunsur N,P dan K) terutamaunsur mikro pada tanah- tanahpertanianIndonesia. Pemberian unsur mikro ini, selain untuk membantu meningkatkan produksi
tanaman juga akan meningkatkan kualitas produksi tanaman yang selama ini kurang begitu diperhatikan di Indonesia.
4.Perlunya penghancuran residu atau sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah agar dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman dan tidak mencemari tanah.
5.Perlu adanya suatualternatif pelengkap (menambah jumlah kekurangan kebutuhan pupuk kandang yang dibutuhkan) atau pengganti (jika pupuk kandang memang sulit didapatkan) pupuk kandang mengingat masih banyaknya kendala dalam penggunaan pupuk kandang.
POC NASA (PUPUK ORGANIK CAIR NUSANTARA SUBUR ALAMI)
Telah dikembangkan pupuk organik alami yang dapat dipergunakan untuk membantu mengatasi kendala produksi pertanian.
Produk tersebut adalahPOC NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI).
Poc Nasa (nusantara subur alami) atau lebih di kenal dengan Nasa merupakan pupuk organik cair alami 100% dari ekstraksi bahan organik limbah ternak dan unggas, limbah tanaman, limbah alam, beberapa jenis tanaman tertentu dan “bumbu-bumbu/ zat-zat alami” lainnya yang diproses berdasarkan teknologi berwawasan lingkungan dengan prinsip ZERO EMISION CONCEPT.
Upaya Nasa turut mengatasi permasalahan lingkungan produksi pertanian adalah :
1. Poc Nasa (nusantara subur alami) terutam dipergunakan untuk semua jenis tanaman (pangan, holtikultura atau tanaman tahunan) dan juga bisa dipergunakan untuk unggas/ ternak dan perikanan.
2. Poc Nasa (nusantara subur alami) mengandung asam- asam organik yang mampu memperbaiki kesuburan fisik tanah, serta mampu memacu aktivitas mikroorganisme berguna bagi tanaman pada tanah.
3. Poc Nasa (nusantara subur alami) mengandung lengkap 13 macam unsur hara essensial yang diperlukan tanaman dan 44 -77 macam unsur lainnya yang tidak terdapat pada pupuk-pupuk kimia mengingat bahan dasar Poc Nasa (nusantara subur alami) dari limbah ternak dan tanaman yang mengandung 60-90 macam unsur.
4. Poc Nasa (nusantara subur alami) mampu melarutkan residu (sisa-sisa) pupuk kimia dalam tanah karena mengandung asam humat dan fulvat (golongan fulvena) .
5. Poc Nasa (nusantara subur alami) dapat dijadikan alternatif mengatasi kekurangan atau kesulitan mendapatkan pupuk kandang karena fungsi pemupukan “1 Liter poc nasa (nusantara subur alami) sama dengan 1 ton pupuk kandang”, sehingga dapat menghemat biaya transportasi dan tenaga kerja. Selain itu Poc Nasa (nusantara subur alami) juga relatif lebih bersih dari bibit hama, penyakit dan biji gulma dibandingkan dengan pupuk kandang.
Selain manfaat di di atas Poc Nasa (nusantara subur alami) masih memiliki manfaat lainnya yaitu :
Poc Nasa (nusantara subur alami)mampu mempercepat pertumbuhan generatif tanaman serta mengurangi kerontokkan bunga dan buah karena mengandung hormon pengatur tumbuh(ZPT) yaitu:

INDOLE ACETIC ACID (IAA),
GIBERELINdan,
SITOKININ.
Poc Nasa (nusantara subur alami) juga mmapu mengurangi tingkat serangan hama, karena aroma khas alami yang dimiliki Poc Nasa (nusantara subur alami)
juga akan meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit karena Poc Nasa (nusantara subur alami) merangsang pembentukan polifenol yaitu salah satu senyawa yang diperlukan tumbuhan untuk meningkatkan daya tahan tumbuhan terhadap serangan penyakit.
Poc Nasa (nusantara subur alami) dapat cepat dan langsung dipergunakan oleh tanaman karena unsur haranya sudah dalam bentuk ion yang siap dipergunakan tanaman.
Poc Nasa (nusantara subur alami) dapat merangsang pertumbuhan akar tanaman di lahan, stek, cangkokan serta mempercepat perkecambahan biji dan mampu meningkatkan produksi tanaman secara keseluruhan (kuantitas, kualitas, rasa, warna, aroma dan daya tahan penyimpanan) karena kelengkapan kandungan unsur hara dan elemen penyusun lainnya.
Poc Nasa (nusantara subur alami) tidak mempunyai efek samping yang merugikan bagi tanaman dan lingkungan dan produk tanaman hasil Poc Nasa (nusantara subur alami) aman bagi kesehatan manusia karena terbuat dari bahan-bahan alami. mampu meningkatkan dan mempercepat petumbuhan plankton dan algae pada tambak udang, bandeng dan kolam, serta tidak menimbulkan penyakit. Jika dibandingkan dengan pupuk kandang Poc Nasa (nusantara subur alami) relatif lebih bersih.
Poc Nasa (nusantara subur alami) juga berfungsi sebagai penetralisir senyawa senyawa kimia berbahaya pada peraiaran tambak/ kolam sehingga kerusakan pada lahan-lahan tambak dapat diperbaiki. Pada unggas dan ternak Poc Nasa (nusantara subur alami) Juga bermanfaat untuk membantu menghancurkan pakan yang dimakan oleh unggas/ ternak sehingga pakan akan makin banyak diserap oleh pencernaan unggas/ternak. Selain itu Poc Nasa (nusantara subur alami) juga memberikan mineral mineral, vitamin, protein dan lemak yang di perlukan oleh tubuh unggas&ternak.

Dan hingga saat ini  PT.naturalnusantara terus melakukan inovas-inovasi tiada henti,sehingga banyak prodak-prodak  baru yang tercipta tanpa meninggalkan  sisi kwalitas ,kwantitas,dan kelestarian lingkungan.
semoga artikel ini bermanfaat untuk kawan-kawan semua.
salam NASA

Kamis, 10 November 2011

INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN

|0 komentar

Opini nasa

“INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN”
Sebuah visi-misi  besar seperti halnya mewujudkan Indonesia Makmur Raya Berkeadilan tentu memerlukan sebuah dasar kuat sebagai pijakan untuk melangkah menggapainya di tengah Kondisi dunia abad 21 yang sudah mulai bahkan banyak berubah dengan munculnya  globalisasi dunia yang mau tidak mau, suka tidak suka harus menjadi faktor yang layak untuk dicermati untuk bisa jadi “ancaman (sekaligus peluang)”
untuk semua Negara.
Dalam era globalisasi ini jika bangsa dapat dianalogikan sebagai sebuah restoran yang harus bersaing dengan restoran lain, maka restoran tersebut harus mempunyai menu andalan untuk bisa bersaing dengan restoran lain  walaupun menu lain yang bukan menu andalan tetap disajikan melengkapi menu yang dijadikan andalan. Demikian juga bangsa dalam era globalisasi tentunya harus mempunyai bidang yang bisa jadi andalan untuk bisa bersaing dengan bangsa lain dengan tetap membangun bidang lainnya. Indonesia harus bersyukur punya banyak potensi besar diantaranya adalah bidang High-Tech, Pertambangan, Pariwisata dan Agrokompleks (pertanian, peternakan, perikanan). Hanya kita harus pilih mana yang menjadi prioritas tanpa melupakan yang lain.
Di bidang High-Tech kita ambil misalnya komputer. Kami kira dan sepanjang pengamatan kami Indonesia baru bisa merakit komputer belum bisa membuat karena otak/intinya komputer adalah chip. Jangankan Pentium IV, Pentium I pun Indonesia belum mampu memproduksi dan kami rasa Di Amerika sana   mungkin sudah sampai pentium 5, 8, 10 atau bahkan lebih dari itu  (??)  hanya  belum dilempar ke publik. Dunia penerbangan, walaupun Indonesia bisa memproduksi pesawat  tetapi di luar sana orang sudah sampai ke bulan dengan pesawat ulang-aliknya. Dunia otomotif ? kami masih “memimpikan” Indonesia punya perusahaan dan teknologi otomotif untuk bisa ikut ajang Formula 1 (F-1) sebagai salah satu indikator kemajuan dunia otomotif suatu bangsa.
Pertambangan mempunyai potensi demikian luar biasa, hanya sayangnya masih banyak ketergantungan kepada asing dengan banyaknya perusahaan pertambangan dari luar yang secara tidak langsung menyiratkan bahwa Indonesia masih terkendala di bidang teknologi, management, permodalan dll di bidang pertambangan. Menggantungkan pada pertambangan secara jangka panjang akan beresiko juga karena merupakan sumberdaya alam yang tidak terbaharui sehingga akan habis suatu ketika.
Pariwisata, merupakan bidang yang luar biasa untuk dikembangkan, hanya tragedi Bom Bali, Wabah Penyakit SARS dll menunjukkan betapa rentan dunia pariwisata berkait dengan isu keamanan dan sosial. Secara jangka panjang sektor pariwisata juga harus memperhatikan aspek kesiapan mental dan moral bangsa jika tidak ingin terimbas dampak negatif yang mungkin dibawa oleh pihak asing yang datang ke Indonesia.
Dengan demikian maka bidang High-Tech, pertambangan, pariwisata masih akan sulit untuk dalam jangka dekat mampu bersaing dengan bangsa lain disamping  juga mempunyai beberapa faktor resiko.
Maka salah satu alternatif pilihan bidang yang bisa menjadi andalan (prioritas) bagi Indonesia adalah di bidang AGROKOMPLEKS (tentunya bidang-bidang lain tetap diperhatikan). Indonesia mempunyai luas lahan pertanian, perkebunan, kehutanan,  peternakan dan perikanan, areal tangkapan perikanan laut yang sungguh sangat luas, iklim yang cukup mendukung sepanjang tahun (tidak punya musim gugur/salju), mempunyai keanekaragaman flora dan fauna (sumber plasma nutfah) sangat beragam yang dapat dikembangkan dari hulu (produksi) hingga hilir (pasca produksi), mempunyai sumber-sumber bahan baku berkait dengan sarana produksi Agrokompleks yang besar (pupuk, benih, pestisida alami pakan ternak dan ikan dll), ilmu atau teknologi yang sudah cukup tersedia ,  tenaga kerja yang cukup melimpah karena mayoritas penduduk Indonesia masih bersinggungan dengan dunia Agrokompleks mulai dari level pekerja hingga level pemikir/ilmuwan, yang semua itu merupakan keunggulan Alamiah Indonesia yang telah diberikan TUHAN untuk Indonesia yang wajib disyukuri dan dikembangkan.
Bidang garap Agrokompleks pun sangat luas dan besar dari sisi produksi budidaya (tanaman, perikanan darat, ternak), kehutanan dan tangkapan (laut) hingga   industri pengolahan hasil pertanian. Mulai Industri sarana penunjang produksi (pupuk, benih, pestisida dll) hingga Industri penunjang Agrokompleks (alat dan mesin pertanian, kapal-kapal penangkap ikan dll). Bidang Jasa meliputi Jasa pendidikan, konsultan, training, finance hingga jasa media informasi serta bidang Trading di semua sektor yang terkait. Mengingat jumlahpopulasi umat manusia ke depan yang bertambah besar tentu merupakan aspek pasar yang luar biasa. Yang jelas secara filosofi  bidang Agrokompleks adalah bidang yang mendasar (THE BASIC) bagi kehidupan umat manusia sehingga sampai kapanpun tidak akan pernah habis potensinya dan akan selalu dibutuhkan oleh umat manusia dalam kondisi apapun (baik aman atau perang, baik makmur atau krisis). Satu hal lagi di Indonesia 70% Masyarakatnya masih bergerak baik langsung maupun tidak langsung dengan bidang AGROKOMPLEKS sehingga jika yang mayoritas ini (70%) maju akan mempunyai efek multiplayer yang besar bagi kemajuan bangsa. Dengan demikian maka AGROKOMPLEKS adalah bidang yang sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka membawa Indonesia Makmur Raya Berkeadilan sekaligus menjadi bidang yang dapat menjadi “modal” dan “benteng” bangsa dalam era globalisasi.
Dengan sedemikian besar potensi di bidang Agrokompleks, sayangnya berkebalikan dengan kenyataan di lapangan saat ini diantaranya  sektor produksi dan sektor sumber daya manusianya.
Dengan kondisi demikian hal mendasar yang diperlukan adalah  suatu konsep dan system yang dapat Meningkatkan/memperbaiki Agrokompleks agar aspek K-3 tercapai serta sekaligus “meng-up grade” atau meningkatkan kualitas SDM. PT. NATURAL NUSANTARA sebagai komponen Anak Bangsa berusaha memberikan peranannya agar hal tersebut di atas dapat tercapai. Melalui hasil teknologi produk-produk Alamiah / organik dan teknik budidaya yang dihadirkan PT.NATURAL NUSANTARA baik di bidang Agrokompleks maupun kesehatan maka Aspek K-3 dapat tercapai. Dengan training-training, pertemuan formal dan informal, kajian-kajian/ diskusi, alat-alat (brosur, leaflet, buku, VCD), kunjungan dan pembinaan di lapangan oleh perusahaan dan para distributor, konsultasi langsung atau tidak langsung lewat berbagai sarana semuanya akan meningkatkan Pola pikir, mental dan motivasi serta keilmuan siapapun yang tergabung dengan PT.NATURAL NUSANTARA (termasuk para petani). Lewatkesempatan ikut serta dalam aspek bisnis/usahanya (berkat system jaringan/networking yang diterapkan) bagi siapapun (termasuk petani) dapat menambah modal dan meningkatkan penghasilan (bahkan penghasilan utama). Khusus bagi petani walaupun tidak aktif di sisi peluang usahanya masih tetap dapat meningkatkan modal karena Produk AGROKOMPLEKS PT. NATURAL NUSANTARA adalah produk produktif yaitu dengan penggunaan produk akan tercapai aspek K-3 sehingga akan menaikkan keuntungan hasil panen yang berarti juga akan meningkatkan penghasilan dan modal.